Kamis, 04 Mei 2017

Sasak Cirahong

Berada di perbatasan antara kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, traveler bisa menemukan jembatan susun yang keren banget jika difoto. Jembatan tersebut bernama Cirahong atau ada pula yang menyebutnya Jambatan Sasak Cirahong. Untuk lebih mudahnya traveler yang mencari keberadaan jembatan ini bisa datang ke desa Manonjaya, Tasikmalaya.
Jembatan Cirahong adalah jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda di tahun 1893. Jembatan ini unik karena bersusun dua dimana bagian atas digunakan sebagai jembatan kereta api sedangkan terowongan di bawahnya untuk kendaraan umum. Saat kereta jurusan Bandung-Surabaya melintas, traveler bisa mendapatkan gambar yang sangat keren di tempat ini.c

Ciung Wanara

Ciung Wanara merupakan sebuah situs purbakala dan juga arkeologi yang terletak di desa Karangmulyan, kecamatan Cijeungjing, kabupaten Ciamis. Situs yang bercorak Hindu-Budha ini adalah peninggalan dari Kerajaan Galuh. Sangat mudah untuk menjangkau kawasan wisata seluas 25 hektar ini karena posisinya berada di jalan nasional Ciamis-Banjar-Pangandaran atau berjarak sekitar 7 kilometer dari Kota Banjar ke arah selatan. Selain melihat banyak sekali situs peninggalan Kerajaan Galuh, traveler yang berkunjung juga menyempatkan diri untuk berfoto di depan Gong Perdamaian.

Panyimpuhan Cidehem Panjalu

Jika berkunjung ke Karamat Cidehem di Desa Sandingtaman, Panjalu, cobalah untuk ngadehem di sisi mata airnya., maka mata air yang jernih tersebut akan ngaburukbuk dan mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Percaya atau tidak, yang jelas itu adalah fakta yang terjadi saat Saya mencobanya di pagi hari. Fenomena alam yang aneh dan sedikit menggelikan ini sampai saat ini tidak dapat diketahui apa yang menyebabkan mata air itu ngaburukbuk.
Menurut Elim Mulyono, kuncen yang menggantikan Aki Bihi kuncen yang sudah meninggal dunia, Cidehem sareatnya merupakan tempat nyipuh atau membersihkan diri dari penyakit yang mengotori jiwa untuk semakin meningkatkan ibadah.
Cara mandinya juga memiliki tata cara yang unik, peziarah harus memakai kain putih yang di dodotkan dan sebelum ancrub harus membaca sahadat dan ngadehem tiga kali, baru setelah itu teuleum tiga kali, nangkeup dan ngangkat batu juga tiga kali.
“Numutkeun sepuh mah didieu teh tempat mersihan diri Ki Aji Bukas Tangan, jawara kahot anu insyaf, janten salah sahiji ulama nu nyebarkeun agama Islam di daerah Citaman. Luhureun cidehem nu katelahna pasaleman aya tempat anu disebat lingga, nyaeta batu demprak. Ceunah mah sok dianggo solat Aji Bukas Tangan dugi ka nyilemna”
dalam versi lain Sang Beukas Tangan merupakan salah satu lawang gada kerajaan Panjalu yang menjadi batas wilayah mandala kerajaan Panjalu yang dikenal dengan Batara salapan. Yang terdiri dari Sri Manggelong, Sri Manggulang, Kebo Patenggel, Sri Keukeuhseukeurweuleuh, Lembu Dulur, Batara Terus Patala, Sang Ratu Lahuta, Sang Aji Bukas Tangan dan Sri Pakuntilan.
Dipinggir mata air terdapat dua buah batu yang berbeda dengan batu-batu lainnya. Permukaan batu tersebut tampak racak seperti bekas garukan kuku yang tajam. Mengenai hal itu Pria yang dipanggil elim itu memperkirakan bahwa itu merupakan bekas kuku maung nu ngancik saat Aji Bukas Tangan membuang seluruh ilmu kadugalannya.
“Salian ti ngaburukbuk kaanehan nu sanesna, mun kawenehan sok seueur lauk emas warna-warni, jiga aya nu ngahaja melakan. Komo basa hieum keneh ku tatangkalan ageung mah, saban wayah mun ngadehem pasti ngaburukbuk, namung saparantosna caang kieu, mun hoyong ngaburukbuk kedah enjing-enjing ngadehemna”
Selain keunikannya Cidehem juga merupakan sumber air yang tidak pernah kering bagi masyarakat setempat. Sayangnya kini tempat itu kini sedikit kurang natural dengan dibangunnya dinding penahan air dari tembok, juga kerimbunan pepohonan untuk menyerap dan menyimpan air manakala kemarau sebagian besar sudah ditebang. (tapakkaruhun-Pandu Radea)

Situs Astana Gede

Wilayah Situs Astana Gede Kawali ini dulu mempunyai peranan yang amat sangat penting dikarenakan telah menjadi pusat kerajaan Galuh, yaitu sebuah kerajaan yang besar di Jawa Barat yang berdiri sejak abad VII Masehi. Salah satu tempat yang sempat jadi Ibu Kota Kerajaan Galuh yakni Kawali. Sekarang ini sisa-sisa peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh kepada abad ke-14 Masehi mampu diliat di Situs Astana Gede Kawali.

Menariknya dari peninggalanya itu adalah sisa peninggalan arkeologis pada situs ini berasal dari tiga budaya yang tidak serupa, yaitu canpuran antara budaya lokal, budaya Hindu dan Islam. SDari sekian banyak peninggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir serta 11 buah makam.

Situs ini mempunyai luas kurang lebih 5 ha. Berada di kaki Gunung Sawal, bentang alamnya dikelilingi oleh pepohonan yg rimbun & tinggi serta memberikan udara yang sejuk serta dan aura mistis yang kental. Di sebelah Selatan dibatasi oleh Sungai Cibulan yang mengalir dari Barat ke Timur. disebelah Timur berupa parit mungil dari sungai Cimuntur yang mengalir dari Utara ke Selatan. disebelah Utaranya, mengalir Sungai Cikadongdong serta sebelah Barat dibatasi oleh Sungai Cigarunggang. Dari kota Ciamis, Situs Astana Gede Kawali ini akan bisa ditempuh dengan kendaraan, baik speda motor maupun mobil, kira-kira empat puluh lima menit. Keadaan jalan lumayan baik sebab telah diaspal. 

Kondisi lingkungan situs ini adalah seperti hutan lindung yang ditumbuhi dengan beraneka ragam type tumbuhan, tanaman keras dari famili meliceae, lacocarpaceae, euphorbiaceae, sapidanceae & lain-lain, tanaman palawija, rotan, salak, cengkih dll. 
Objek Wisata Situs Astana Gede Kawali Ciamis terletak di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, kira-kira 21 kilo meter dari kota Ciamis ke arah Utara. Di dalam situs ini terdapat tidak sedikit peninggalan arkeologis.

Sungai Citumang

Wisata Sungai Citumang adalah wisata Ciamis Jawa Barat yang merupakan sebuah sungai yang mengalir dengan airnya yang bening kebiruan membelah hutan jati. Pemandangan di tepi sungai sangat eksotis dengan ornament batu-batu padas dengan relung. Di batu-batu ini dihiasi relief alam dan aliran sungai yang menembus ke dalam goa. Untuk kamu yang mencari tempat yang bisa melepaskan penat, maka tempat ini sangat cocok. Suasana sunagi yang hening dengan angina yang sepoi-sepoi akan membuatmu merasa nyaman. Pepehonan yang rindang dan suara satwa liar di kejauhan. Wisata Sungai Citumah berlokaso di Desa Bojong, Kecamatan Parigi Ciamis yang tak jauh dari pusat kota karena bisa ditempuh kurang dari 3 jam.

Curug Tujuh Cibolang

Air terjun di kampung Nanggela, desa Sandingtaman, kecamatan Panjalu, kabupaten Ciamis ini bernama Curug Cibolang. Namun obyek wisata alam ini juga memiliki julukan lain sebagai Curug Tujuh yang kemudian membuat banyak traveler lebih suka menyebutnya sebagai Curug Tujuh Cibolang. Penamaan ini tidak lepas dari jumlah terjunan air yang jumlahnya tujuh dan berada saling berdekatan.
Curug Tujuh Cibolang berjarak 35 kilometer dari pusat kota Ciamis ke arah utara dan 5 kilometer dari pusat kota kecamatan Panjalu. Ketujuh terjunan air di curug ini pun memiliki namanya masing-masing antara lain Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Inilah destinasi yang pas untuk traveler kunjungi jika merindukan suasana tenang dengan udara pegunungan yang sejuk.Tujuh air terjun disini mempunyai nama yaitu Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cileutik, Curug Cimantaja, Curug Cibuluh, dan Curug Cibolang.

Kampung Adat Kuta

Tempat wisata di Ciamis Pangandaran ini terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kampung Adat Kuta Ciamis adalah sebuah dusun adat yang masih bertahan hingga sekarang. Kampung adat ini masih memegan teguh kerifan lokal dan para penduduknya pun juga memegah budaya pamali atau pantangan. Bagi mereka, menghindari pantangan berarti menjaga keseimbangan alam dan tatanan hidup bermasyarakat di kamoung ini. Salah satu pantangan yang paling menonjol disini adalah tidak merusak pohon aren dan mata air agar kelangsungan hidup mereka terjaga.

Situ Panjalu Lengkong

Situ Lengkong Panjalu adalah tempat wisata di Ciamis yang tidak boleh kamu lewatkan jika berkunjung ke Ciamis. Wisata Ciamis yang satu ini adalah wisata alam serta wisata religi. Tempat ini juga menggabungkan antara rekreasi dan wisata budaya. Situ Lengkong Panjalu adalah sebuah danau dengan luas 59,96 ha. Uniknya, terdapat pulau di tengah-tengah danau dengan luas kurang lebih 9,25 ha bernama Nusa Gede.
Di Nusa Gede terdapat hutan lindung dan peninggalan purbakala. Kamu bisa menulusir sejarah dari Kerajaan Panjalu di tempat wisata ini. Kono katanya, pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu berawal dari Nusa Gede yang juga berfungsi sebagai benteng pertahanan. Disini terdapat makam penyebar agama Islam seperti Mbah Panjalu dan Hariang Kencana. Terdapat 308 pohon yang terdiri dari 30 jenis di hutan ini. Pada saat-saat tertentu akan diadakan upacara adat bernama Nyangku, upacara ini merupakan saat dimana benda-benda pusaka akan dibersihkan dengan melalui upacara adat. Datang dan nikmatilah keindahan alam Situ Lengkong Panjalu di yang ada di Kecamatan Panjalu ini.

Mega Wisata Icakan

Objek wisata di Ciamis yang memadukan konsep pemandangan alam yang indah nan menawan dan kawasan yang hijau adalah Mega Wisata Indonesia Icakan. Wisata Icakan Ciamis merupakan taman-taman yang cantik dan waterboom yang menjadik daya tarik bagi pengunjung. Icakan adalah tempat wisata mewah di Ciamis. Fasilitas di tempat wisata ini lengkap dan terawatt dengan baik seperti area parkir yang luas, toilet yang bersih, tempat ibadah, tempat makan dan berbagai fasilitas pelengkap lainnya yang semakin hari semakin ditingkatkan oleh pihak pengelola agar wisatawan semakin nyaman dan tentunya tidak akan kecewa jika berkunjung kesini.
Mega Wisata Indonesia Icakan dibangun diatas lahan seluas 35 ha berdiri megah tak jauh dari pusat Kota Ciamis yaitu sekitar 7 km dari pusat kota. Disebut sebagai taman rekreasi yang paling besar dan megah di Jawa Barat, Icakan berada di Jalan Baregebr – Jalatrang, Dusun Cikacang, Desa Sukamulya, yang berada di Kec. Baregbeg. Walaupun tempat wisata ini adalah wisata mewah dan megah, namun ternyata tiket masuknya sangat terjangkau yaitu tidak sampai 10 ribu rupiah. Namun kalau kamu ingin menikmati setiap wahana yang ada maka akan dikenakan biaya terpisah yang harganya bervariasi. Beberapa wahana yang mengasyikan disini adalah flying fox, waterboom, cinema 3D & 4D, sepeda air dan masih banyak lagi.

Green Canyon Ciamis

Nama asli dari tempat wisata ini adalah Cukang Taneuh. Green Canyon adalah agenda wajib kalau kamu mampir ke Ciamis atau Pangandaran. Green Canyon berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Walaupun masuk dalam kawasan Pangandaran, namun Green Canyon juga masuk dalam daftra tempat wusata Ciamis. Wisata ini paling digemari di kawasan Ciamis dan Pangandaran karena wisata ini menantang dan menguji adrenalin kita. Dinamakan Green Canyon karena tempat wisata ini mirip dengan Grand Canyon di Amerika. Itulah kenapa Cukang Taneuh dinamakan Green Canyon oleh warga sekitar. Tempat wisata yang satu ini menawarkan wisatawan untuk bermain air di sungai yang berwarna hijau toska jenih. Di kanan kiri sungai diapit oleh tebing batu yang menjulang dengan tingginya. Anda bisa berenang, berperahu, bahkan body rafting disini. Cobalah untuk berenang melawan arus Sungai Cijulang buat kamu yang bisa berenang atau loncat dari ketinggian 6-7 meter di atas permukaan sungai. Sungai in tentunya aman untuk beraktivitas.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review